Sebuah kata yang sebagian orang alergi atau bahkan muak namun bagi sebagian orang sebuah suplemen pimicu andrenalin. Tidak sedikit orang yang mencapai kesuksesan dengan kritikan namun juga sangat banyak orang yang justru terperangkap dan menjadi hancur karna kritikan.
Kecendrungan alamiah manusia untuk menganggap lawan bicara mereka sejajar dengan mereka membuat sebagian orang menerima kritikan dengan perasaan kurang senang, namun bagi sebagian orang yang dengan sabar lebih memakai logika dan akal justru menganggap lawan bicara mereka adalah ladang ilmu yang harus di gali. Sehingga mereka bisa menghasilkan kritikan (baik dari diri sendiri maupun lawan bicara) yang justru dapat membangun.
Lalu dari sini ada beberapa alasan dan cara agar orang yang di kritik dan mengkritik menjadi termotivasi;
1. Kita perlu mengkritik karena dengan memberi kritikan kita nantinya juga akan mendapat kritikan (tentunya akan membangun). kalo dengan alasan ini kita mengkritik maka di setiap langkah kita,kita akan memikirkannya terlebih dahulu dan setiap menerima kritikan kita akan terbiasa untuk menilai diri kita sendiri (ini yang sudah jarang di lakukan oleh sebagian orang)
2. Antipasi terhadap pujian, sifat alamiah manusia selalu saja senang di puji, kalo kita jeli dan tidak terjebak dengan pujian maka kita bisa menjadikan pujian sebagai sebuah kritikan yang pedas.
3. Belajar mengkritik, kita harus sadari dan jeli membedakan antara kritikan dan penghinaan. Dan ada hal positif yang bisa kita ambil dari setiap kritikan bahwa setiap kita menerima kritikan kita akan akan menilai nilai kritikan dan pelajaran berharga adalah kalo sebuah kritikan yang kita nilai jelek maka sebuah referensi jelek yang tidak mungkin kita pake untuk mengkritik.
4. Yang terakhir mengkritiklah dengan tujuan perubahan yang baik dan manfaatkan kritikan sebaik mungkin.
Jadi selamat mengkritik dan menerima kritikan. |